Hi mas Karil
Apa kabar?
Aku ngga tau pasti bagaimana kabarmu sekarang karena kita ngga chatan sekarang-sekarang ini, tapi sepertinya baik-baik saja, terlebih sekarang sedang berada di Bogor bersama keluarga.
Mas, saat aku menulis post ini, aku ngga tau sebenarnya apa mas udah sempat melihat inbox emailmu atau belum, karena sebenarnya ada sesuatu yang aku ceritakan lewat situ.
Maaf ya mas, aku memilih lewat email untuk cerita, karena ku harap di inboxmu itu nanti, pesanku akan lebih tersimpan daripada sekedar lewat chat yang bisa saja tiba-tiba ke-end chat.
Mas Karil, I need you here, right now.
Aku tau sebenarnya emang gaakan ada gunanya berharap ini karena memang sudah pasti ngga mungkin terjadi karena mas emang udah beli tiket di tanggal tertentu. Tapi, bodohnya aku adalah masih ada sedikit harapan kalo mas bisa ke sini lebih awal. Haha. Kesalahan klasik manusia memang; masih mengharapkan sesuatu yang udah tau ngga akan terjadi.
Tau ngga mas, saking berharapnya, 2 hari ini di mana kita ngga chatan dan mas ngga ngasih kabar seharian, aku berpikir itu terjadi disengaja karena kamu sebenarnya lagi di kereta menuju ke sini, lalu datang ke rumah sebagai kejutan, kayak waktu itu. Haha iya tau itu konyol, tapi sejujurnya aku selama 2 hari ini selalu berada dekat jendela dan stand by HP, siapa tau tiba-tiba ada chat
"Karil di depan"
dan bisa langsung aku lihat dari jendela.
Tapi nyatanya, pesan itu memang tidak mungkin ada, dan hilangnya mas tanpa pernah nyariin aku pun memang bukan karena lagi di perjalanan menuju Malang seperti keinginanku, karena tadi tiba-tiba mas ngechat ngasih tau kalo habis pulang selesai nge-Grab di hari itu.
Mas, kemungkinan kamu sudah baca dan sudah tau apa yang sedang terjadi di kehidupanku dan apa yang aku rasakan saat ini. Aku sendiri memang yang bilang sedang mau mengasingkan diri, termasuk ke mas, makanya aku menahan diri untuk tidak menghubungimu dan tidak membalas pesanmu, walau aku tau ada notifikasi pesan dari mas (bahkan sebenarnya aku sangat menantikan ada notifikasi pesan darimu mencariku dan mencoba bicara denganku, mas gatau secepat apa aku ngecek HP kalo bergetar menandakan ada notifikasi pesan masuk haha).
Tapi sejujurnya aku sedih, karena ternyata mas tidak mencariku sama sekali.
Hanya mengirim pesan menandakan kalo mas mau berangkat dan saat mas sudah pulang.
Sudah. Hanya itu saja.
Aku sangat sedih melihat kondisi kayak gini, karena mas pasti tau aku kayak gimana; sekeras kepalanya aku bilang gamau chat dan itu semua cuma karena aku sedang minta perhatianmu. Tapi ternyata kali ini mas benar-benar seperti tidak peduli dan mengabaikanku begitu saja.
Aku tau pasti mas punya alasan sendiri, salah satunya mungkin karena mas mau memberiku waktu menyendiri karena emosiku akhir-akhir ini memang sangat amat labil. Tapi.....kamu kemana mas? Kamu lagi kenapa? Benar-benar tidak mau mencari dan menghubungiku kah?
24 jam lebih, dan tidak ada pesan mencariku, dan dalam 24 jam lebih hanya ada 3 pesan dan itupun hanya pemberitahuan mas mau berangkat dan sudah pulang. Itu bukan mas banget.
Tapi yasudah lah, toh aku sendiri yang bilang mau menghilang dulu, hehe.
Btw mas, aku bertekad baru akan membalas pesan-pesanmu kalo notif darimu sudah di angka tertentu, haha konyol memang tapi ini sungguhan. Karena entah mengapa untuk saat ini aku merasa useless dan ingin merasa kalau aku sedang dinanti dan dibutuhkan seseorang.
(Dan hingga saat ini, ternyata aku belum dinanti sama mas)
Tapi sebenarnya,
I need you, Mas. I really need you, here, right now :(
Semoga kita bisa segera berjumpa, karena dengan melihatmu secara langsung saja, itu sudah cukup membuatku tenang.
No comments:
Post a Comment
Please say what you think about it!